Showing posts with label Dunia Arkeologi. Show all posts
Showing posts with label Dunia Arkeologi. Show all posts

Cara Manusia Purba Memindahkan Batu Seberat 4 ton


Stonehenge merupakan sebuah monumen batu peninggalan manusia purba pada zaman Perunggu dan Neolithikum yang terletak berdekatan dengan Amesbury sekitar 13 kilometer (8 batu) barat laut Salisbury Plain, Propinsi Wilshire, Inggris.
Stonehenge sendiri terdiri dari tiga puluh batu tegak (sarsens) dengan ukuran yang sangat besar (masing-masing batu pada mulanya seragam tingginya, yaitu 10 meter dengan masing-masing batu mempunyai berat 26 ton), semua batu tegak tersebut disusun dengan bentuk tegak melingkar yang dikenal sebagai megalithikum.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8H7mCQRBSFFFloJSDR6zftHkILrt2oD4vcnr23C8sya7Vkgy4aZ8L_pMhRwsampJ2EpOVoEMNdvZuQVqPmZVuD6klJjGcvcb3EdAlYrCk24v1gSFzyXEkWPKubzk73DwZfV8z-hFwj2o/s1600/h3wktutd.gif
Stonehenge yang dibangun pada zaman Neolitik, masih menjadi misteri di Inggris. Hingga kini, belum diketahui secara pasti bagaimana orang zaman dulu dapat mendirikan jajaran batu raksasa tersebut.
Misteri Stonehenge yang belum terpecahkan inilah yang coba dipecahkan oleh seorang insinyur yang juga mantan presenter BBC, terutama bagaimana batu-batu raksasa itu dipindahkan dari jarak yang cukup jauh.
Lavin Garry percaya bahwa nenek moyang orang Inggris membangun Stonehenge memakai anyaman keranjang rotan yang digunakan untuk menggelindingkan batu-batu raksasa itu dari Wales ke lokasi sekarang.
Setiap batu diperkirakan memiliki berat hingga 4 ton. Batu-batu ini berasal dari Pegunungan Preseli di Wales atau sekitar 200 mil dari lokasi Stonehenge sekarang.
“Saya selalu berpikir bahwa menyeret batu-batu besar itu secara fisik tidak mungkin karena gesekan di permukaan. Kuncinya adalah teknologi telah mereka terapkan pada saat itu,” kata Lavin.
Lavin percaya bahwa pada saat itu para pekerja menggunakan keranjang silinder untuk menyeret batu-batu besar tersebut dari tempat awalnya. keranjang ini dibuat dengan menganyam beberapa struktur pancang ringan yang dapat dengan mudah dipindahkan oleh 4 atau 5 orang.
Lavin telah menguji teorinya itu di dekat lokasi Stonehenge sekarang dan berhasil memindahkan batu seberat satu ton menggunakan anyaman kayu seperti yang ada dalam teorinya.
Saat ini Lavin tengah mempersiapkan sebuah keranjang besar agar mampu memindahkan batu seberat lima ton. Untuk merealisasikan ambisinya ini, Lavin meminta bantuan seorang insinyur, seorang arkeolog kayu kuno, dan penganyam kayu profesional.
Karaena saat ini telah memasuki musim dingin, maka proyek besarnya ini diperkirakan baru akan siap awal musim panas tahun depan.
Dalam teorinya, Lavin percaya bahwa batu-batu di Stonehenge bisa saja digerakkan oleh dua tim berjumlah sepuluh orang. Satu tim beristirahat sementara yang lain bekerja mendorong keranjang raksasa tersebut.
Teori Lain
George Oates, yang baru-baru ini merancang Velodrome Olimpiade serta Jembatan Milenium, mengatakan bahwa sangat mungkin teori Lavin tersebut bisa terlaksana.
“Saya merasa bahwa sangat mungkin sebuah keranjang anyaman dapat membantu menggerakkan batu-batu seberat empat ton dari pegunungan Welsh ke Stonehenge.”
Selain teori Lavin, University of Exeter juga mengungkapkan teori lain tentang Stonehenge. Menurut mereka, batu-batu itu mungkin telah menggunakan bantalan bola-bola yang ditempatkan di trek kayu berlekuk, sehingga akan mudah membawa batu-batu besar tersebut ke lokasi.Inilah beberapa gambaran tsb :

Spoiler for Image:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjH-afGDO2gIiei3RVLPhBj6a8uUVa8px4LRUyi5mL_SSuoYrFBewPxHjwapSkXexEvBfBiQbAtj83xqZniVZBSSE8sa0KGEoRovB5Mkes8KyL_wwrVnKFKEMjTdUGhnj-6nyHTjgS-tms/s1600/dfjjnd2g.jpg
Stonehenge, bangunan batu besar dari zaman Neolitik. Misteri masih menyelimuti bagaimana batu-batu itu bisa dibawa dari Wales ke tempatnya sekarang.



Spoiler for Image:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_Sn-op4WUKSWcvBMcbSjdnBZjNq3COK-X6taRFC0x4UUN-O711pQWPcSTjKwfe-Z5Tr8X0gfgFLFow1bQY3NGxoidxUeNMVHnEZXLDodvFsqDEqxHt9wkdIim_jMpgIqFh01XNTaljjs/s1600/ynwbysg9.jpg
Garry Lavin dan tim kerjanya mencoba mendorong prototipe rol anyaman kayu untuk memindahkan batu besar di sekitar Stonehenge


Spoiler for Image:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHL0Z90WQ_8AhW_kTpgGQE54udhtcF0CahyphenhyphenH8v13mk-X76ngSTLrLG00gtUYyR8WuAVxFjV6JhrnbWEGn8WenipcfnscG-yw8I3fJmgb-7LerpIxfwg2nbmmCw8NM5by8AqHN0yrvMoYQ/s1600/3ezg96z4.jpg
Sketsa ini memperlihatkan bagaimana para pekerja memindahkan batu untuk mendirikan Stonehenge.



Spoiler for Image:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrowJ6chrVWbICU5a58W8xLFZcGGhhyHcIgYCL6wSgFsG5VJJtg6tdMY0mLQ6xTjRHyCVdbtTXicPlz-j5ZwG_LG15UsmMS3MLgng9oznC7UTYDLjt3t-1HG-QX3Cxc5OGSOxkrRBvbOk/s1600/3id0k3dd.jpg
Sketsa ini memperlihatkan bagaimana para pekerja memindahkan batu untuk mendirikan Stonehenge






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8679175

Terungkap Rahasia Menakutkan Bangsa Viking

Status symbols: Remains found in a mass grave in Weymouth, Dorset have revealed that Viking warriors filed 'stripes' into their teeth to show their fighting ability

Status symbols: Remains found in a mass grave in Weymouth, Dorset have revealed that Viking warriors filed 'stripes' into their teeth to show their fighting ability




Bangsa petarung berkapak yang senang memperkosa dan menyiksa ini memiliki rahasia yang bisa membuatnya tampak ganas dan menyeramkan di mata musuh. Apa itu?

Saat di lubang pemakanan Viking, arkeolog menemukan gigi yang dikikir. Bangsa Viking melakukan hal ini agar bisa tampak ganas dan menyeramkan saat pertempuran. Rasa sakit yang timbul saat dikikir tanpa menggunakan anestesi bisa sangat menyiksa. Namun, hasil yang diperoleh sepadan, yakni mendapat status sebagai petarung hebat.


Looking sharp: The warrior had grooves filed into his two front teeth
A scientist holds a jaw bone belonging to a Viking warrior and found in Dorset

Looking sharp: The warrior had grooves filed into his two front teeth


Para petarung yang ditemukan di Weymouth, Dorset, Inggris, didapati mengikir kedua gigi depannya. Selain gigi, ilmuwan juga menemukan tulang dan penggalan kepala di lubang tersebut. Ilmuwan menduga, tulang tersebut berasal dari petarung Viking yang dihukum tanpa ampun karena kalah dalam pertarungan dengan Anglo-Saxon.

Selama menganalisa sepasang gigi depan tersebut, pemimpin ilmuwan David Score dari Oxford of Archeology mengatakan, “Sulit menggambarkan seberapa sakit proses kikir gigi tersebut. Pengalaman itu jelas bukan pengalaman menyenangkan”.

Pengikiran dilakukan ahli kikir saat itu, lanjutnya. “Meski tujuan kikir gigi ini masih belum jelas, para pria ini adalah petarung yang mungkin ingin menakut-nakuti musuhnya atau menunjukkan statusnya sebagai petarung hebat”.


Scientists think the bodies were young Viking warriors who were executed without mercy after being captured in a fierce battle with Anglo-Saxons

Scientists think the bodies were young Viking warriors who were executed without mercy after being captured in a fierce battle with Anglo-Saxons


Dalam lubang pemakaman itu ditemukan 51 tengkorak dan 54 tubuh. Arkeolog Steve Wallis dari Dorset County Council mengatakan, radio karbon dari temuan ini menunjukkan seperti dilaporkan dailymail, tulang-tulang ini diperkirakan berasal dari 970-1025.